“Dengan festival ini maka akan memacu produktivitas dan menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” sambungnya.
Gubernur berharap, melalui Festival Literasi ini seluruh masyarakat Maluku Utara dapat meningkatkan semangat berliterasi sehingga semakin banyak masyarakat yang teredukasi, utamanya para generasi muda penerus bangsa. Masyarakat yang teredukasi tentu akan mampu mengembangkan karakter diri, sehingga mampu menjadi generasi emas penyokong kemajuan pembangunan bangsa.
“Hari ini, kita juga akan memperkenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pegiat literasi, tentang konsep inovasi Sibua Literasi yang digagas oleh Reformer Muliadi Tutupoho. Inovasi ini akan dijadikan sebagai episentrum pergerakan literasi di Maluku Utara,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara Muliadi Tutupoho sekaligus sebagai Reformer Sibua Literasi mengatakan Festival Literasi ini baru pertama kali digelar sejak Disarpus berdiri tahun 2005 silam. Festival Literasi ini juga dilakukan berdasarkan kondisi riil literasi dan budaya baca di Provinsi Maluku Utara.
“Berdasarkan data IPLM Provinsi Maluku Utara berada pada urutan ke-17 dari 34 provinsi dengan nilai indeks 14,27. Maluku Utara berada pada posisi di atas rata-rata nasional dengan nilai indeks 13,54. Akan tetapi jika diurai per item Maluku Utara masih banyak kekurangannya dibanding provinsi lain,” jabarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.