Menurut Fihir, ia melihat aksi sosial itu sebagai langkah politis Benny. Karena itu Fihir mempertanyakan kehadiran Revi yang berstatus ASN dalam kegiatan tersebut.
“Kalau ini dibiarkan menjamur di lingkup pemerintah kita di Morotai, maka menyangkut kebijakan publik dan etika profesi ASN menghambat pertumbuhan birokrasi yang sehat dan rasional,” tandasnya.
Dalam kegiatan itu, Benny dan Sherly juga tampak membagi-bagikan kaos bertuliskan angka 72 untuk warga.
Revi yang dikonfirmasi akan kehadirannya membantah adanya interes politik dalam kegiatan itu. Menurutnya, tugas dari yayasan tersebut sudah didelegasikan ke Dinas Pendidikan yang dipimpinnya sejak 2 tahun lalu.
“Itu pembagian keramik dari Bela Foundation, kebetulan mantan Bupati Benny Laos waktu masih bupati, Dinas Pendidikan diberikan tugas untuk menangani itu sudah 2 tahun yang lalu berjalan sampai hari ini,” kata Revi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.