Ali memaparkan, pendapatan Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun 2022 disesuaikan menjadi Rp 889.857.292.331 dengan rincian Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 62.375.099.074, Pendapatan Transfer sebesar Rp 827.482.193.257 atau turun 0,31 % dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Sesuai Peraturan Perundang-undangan sebesar Rp 43,5 miliar.

Pendapatan Transfer secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 0.31 % atau sebesar Rp. 2.599.596.833 dari sebelum Perubahan Rp 830.081.790.090 dikarenakan penyesuaian kembali transfer ke daerah dan Dana Desa oleh pemerintah pusat.

“Sedangkan Perubahan Belanja Daerah pada Rancangan Penyesuaian Perubahan APBD 2022 dianggarkan sebesar Rp 992.729.032.443 atau naik 3,23 % atau sebesar Rp 32.105.564.230 dari jumlah alokasi anggaran Belanja Daerah yang ditetapkan dalam APBD Induk Tahun Anggaran 2022,” jabar Ali.

Pengeluaran Pembiayaan Daerah dilakukan rasionalisasi terhadap penyertaan modal BUMD. Penerimaan Pembiayaan berasal dari SILPA yang ditargetkan dalam APBD sebesar Rp 72.166.579.049 yang mengalami kenaikan sebesar 48,09 % atau sebesar Rp 34.705.161.063 sehingga secara keseluruhan Penerimaan SiLPA sebesar Rp 106.871.740.112.

“Besar harapan kami agar Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2022 ini segera dibahas dan ditindaklanjuti,” harap Ali.

Paripurna diakhiri dengan penyerahan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD oleh Wali Kota kepada Ketua DPRD Tidore Kepulauan Ahmad Ishak.