Sementara buku “Cinta di Gunung Gamalama” adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis Asrul MS, Roswita M Aboe, Hubbi S Hilmi, dan Sunaidin Ode Molue.

“Kedua buku ini ditulis dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan budaya menulis karya sastra kepada masyarakat Maluku Utara sekaligus mengisi kekosongan batin dan rasa dalam memahami permasalahan di kehidupan ini,” cetusnya.

“Penyair yang tergabung dalam Sajak Padamara ini terdapat 21 penyair yang memiliki latar imaji yang berbeda-beda. Dipilih 21 penyair karena Sajak Padamara ini tak lain adalah sajak kemanusiaan yang ditulis pada tahun 2021, di mana isi sajak menceritakan tentang fenomena yang hadir pada tahun 2020 dan tahun 2021,” akunya.

Amar berharap dua buku ini menjadi pegangan penulis dan pembaca untuk memahami kehidupan ini dengan lebih baik lagi berlandaskan cinta dan rasa.