Tandaseru — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar aksi di depan kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun, Rabu (7/9).

Para peserta aksi yang dikawal ketat polisi ini terdiri atas aktivis HMI, PMII, IMM, GMKI, dan KAMMI. Ruas jalan di lokasi aksi sempat macet.

Dalam aksinya, massa memberi ultimatum kepada pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi. Jika tidak maka isu referendum Malut bakal disuarakan.

Unjuk rasa aktivis Cipayung Plus. (Tandaseru/Sofyan Togubu)

“Turunkan BBM atau Jokowi yang diturunkan,” kumandang massa aksi.

“Pertimbangan kita yang pertama adalah harga komoditas lokal itu sedang menurun di Maluku Utara sehingga daya beli juga menurun,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Ternate Gufran Ayub.