Untuk itu, ia berharap lomba yang dilakukan menjadi bagian dari upaya memacu budaya minat baca anak-anak. Nantinya akan ada lomba baca puisi, lomba bertutur, lomba cerita dongeng dan masih banyak jenis lomba lain yang akan digelar pada akhir September.
“Dengan lomba itu, anak-anak pasti belajar, anak-anak itu pasti menghafal, dan membaca. Dan juga lomba itu bisa mempertemukan dengan sekolah yang lain di seluruh Maluku Utara di satu kegiatan,” ujar Muliadi.
Ia juga berharap kepada para kepala sekolah, pendamping, guru dan anak-anak didik agar tidak melihat hadiah lomba berupa besaran angka.
“Kita lihat adalah bagaimana anak-anak itu sendiri punya semangat, punya jiwa untuk maju melalui proses belajar itu sendiri. Apapun hasilnya kalian adalah pemenang. Dan nanti siapa yang terbaik akan diangkat sebagai Jujaru dan Ngungare Literasi di sekolahnya,” tandas Muliadi.
Sementara Camat Galela Rahwin Silim dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Galela sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan seperti ini.
Tinggalkan Balasan