Riset ilmiah tentang “Analisis Kandungan Logam Berat Abu Batubara PLTU Bangko Barat Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan” mengungkapkan bahwa FABA PLTU mengandung logam Merkuri (Hg), Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Perak (Ag), Nikel (Ni), Timbal (Pb), Arsen (As), Kromium (Cr), Timah (Sn), Seng (Zn) dan Mangan (Mn). Perlu diketahui bahwa logam berat merupakan bahan-bahan yang memiliki karakteristik sulit didegradasi dan mudah terakumulasi dalam lingkungan sehingga keberadaannya sukar dihilangkan.
Paparan logam-logam ini juga membahayakan kesehatan masyarakat baik melalui udara maupun rantai makanan. Logam nikel misalnya, akan menyebabkan alergi, penyakit kardiovaskular dan ginjal, fibriosis paru-paru, serta kanker paru-paru dan hidung seperti yang dikaji dalam riset “Nickel: Human Health and Environmental Toxicology”.
Logam Merkuri dalam ulasan “Role of Mercury Toxicity in Hypertension, Cardiovascular Disease, and Stroke” dapat menyebankan hipertensi, aterosklerosis, jantung koroner, infark miokard, aritmia jantung, variabilitas denyut jantung, cerebrovascular accident, arteri karotis, disfungsi ginjal, dan kematian.
Kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan manusia akibat keberadaan PLTU juga akan terjadi di Maluku Utara. Perlu diketahui, terdapat dua unit PLTU di Maluku Utara, yaitu PLTU Tidore dan PLTU Sofifi. Eksistensi PLTU ini akan berdambak pada ekosistem sekitar berupa tekanan pada lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat terutama di kawasan PLTU Tidore yang sangat dekat dengan pemukiman.
Oleh karena itu, agar problematika ini tidak terjadi di masa depan, maka penting untuk diberikan beberapa petuah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.