“Kami berharap para anak muda di Tidore juga cepat tanggap menyesuikan diri di era ini sehingga lebih berprestasi. Kami juga berharap perkembangan ini tidak hanya terjadi pada para siswa melainkan para guru yang memiliki peran sangat starategis dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi era revolusi industri 4.0 ini. Karena mengajar bukan lagi menyampaikan materi sebagaimana halnya menuangkan air ke gelas kosong. Melainkan para siswa juga aktif dan kreatif dalam menemukan ilmu yang sudah tersedia, siswa dituntut untuk lebih mandiri di dunia pendidikan, serta tantangan pendidikan di digital revolusi industri yaitu guru dituntut bisa beradaptasi dengan era digital sehingga lebih cepat dalam mengajarkan ke siswanya,” pungkas Sukardi.
Sekadar diketahui, kegiatan ini adalah bentuk kerja sama antara Kalaodi Official, Cucu Gogo, Sanggar Marimoi IAIN Ternate dan Gekrafs Tidore. Kegiatan ini juga disponsor Syukur Dofu, Puta Dino Kayangan, Kopi Rempah Marasai dan didukung FPPMK (Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Kalaodi), Pondok Pesantren Harisul Khairat Ome, OSIS SMA 1 dan OSIS SMK 1 Kota Tidore Kepulauan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.