Dibandingkan gunung-gunung lain di Malut, Gunung Sibela merupakan gunung yang paling jarang didaki. Menurut Zulfikar, ini lantaran statusnya sebagai kawasan cagar alam.
“Selain itu aksesnya jauh, lalu estimasi waktu (pendakian) bisa dua sampai tiga hari. Ada pula faktor anggaran besar, cuaca, dan pengurusan izin masuk kawasan cagar alam,” paparnya.
Dilansir dari Wikipedia, luas lahan Cagar Alam Gunung Sibela mencakup 23.024 Hektare dan memiliki banyak mata air. Semua mata airnya mengalir ke sungai-sungai di sekitarnya.
Cagar Alam Gunung Sibela menjadi habitat bagi flora dan fauna. Beberapa jenis tanaman yang hidup di dalamnya ialah matoa (Pometia pinnata), gufasa (Vitex cofassus), samama (Anthocephalus macrophyllus), anggrek, dan cengkeh. Tanaman-tanaman tersebut sebagain besar ditanam oleh penduduk setempat.
Sedangkan jenis hewan yang hidup meliputi monyet (Macaca ningra sp), nuri Ternate (Lorius garrulus), bayan (Electus roratus), burung raja (Cicinurus regius), kasturi (Eos bornea), kakatua Alba (Cacatua alba), dan perkicit violet (Eos squamata).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.