Prosesi Dodino sendiri memakai berbagai tumbuhan yang bermanfaat untuk melembutkan dan menghaluskan kulit, seperti padi, umbi teki, bunga kenanga dan nilam atau dalam bahasa lokal dikenal dengan nama goro-goro dan beberapa tumbuhan dan rempah-rempah lainnya.
Produk dibuat dari bahan-bahan alami yang ada dalam prosesi Dodino, dan diformulasikan secara modern dalam bentuk body lotion dan sabun cair yang praktis digunakan sehari-hari dan memiliki manfaat yang sama dengan ramuan Dodino yang asli, yaitu menghaluskan dan melembutkan kulit, dengan keharuman bunga kenanga dan nilam, yang lembut, elegan dan menenangkan.
Produk tersebut telah diuji dan mendapatkan notifikasi izin edar dari BPOM sebagai produk kosmetik yang aman digunakan dan layak edar. Produk Jailolo Kultur tersebut diberi nama varian Dodino.
Dyah Kusuma berkomitmen, melalui Jailolo Kultur, akan terus mengembangkan berbagai tradisi dan kekayaan budaya perawatan tubuh di Halmahera Barat menjadi berbagai produk masa depan dengan memberdayakan komunitas lokal.
Pemberdayaan ini dalam literasi dan pengembangan formulasi kekinian yang akan menjadikan budaya rempah yang menghidupi masa depan generasi penerus seperti tagline Jailolo Kultur, yaitu Love Culture, Save Nature yang artinya Mencintai Budaya, Menjaga Alam.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.