Limau Jiko Spice Creative Center terletak di Desa Bobanehena. Dibangun dengan konsep arsitektur yang menggunakan material bambu untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan, dan juga sebagai visi membangkitkan budaya pemanfaatan bambu di masa lalu yang secara arsitektur adalah bagian dari sejarah, budaya dan tradisi di Halmahera Barat. Ini terlihat keberadaannya dalam rumah adat Suku Sahu yaitu Sasadu.

Konsep arsitektur bambu menggunakan bambu awetan yang mampu bertahan hingga 25 tahun dengan arsitektur yang dikembangkan dari kekayaan arsitektur khas Suku Sahu, yaitu Sasadu.

Di Limau Jiko Spice Creative Center, dengan dukungan Pemerintah Daerah, melibatkan komunitas lokal Limau Jiko Spice Creative Community bersama-sama mengembangkan berbagai kekayaan tradisi dan budaya Halmahera Barat khususnya rempah-rempah.

Rempah-rempah diubah menjadi produk-produk perawatan tubuh natural yang akan menjadi produk unggulan masa depan.

Salah satu produk yang telah dikembangkan yaitu Produk Natural yang diberi merk Jailolo Kultur telah diproduksi dan beredar di pasaran dalam bentuk produk spa atau perawatan tubuh. Inspirasinya berasal dari sebuah ritual yang ada di Desa Bobanehena.