“Hanya saja ada yang mengalami kendala sehingga belum bisa mengikuti kegiatan yang dimaksud. Pada awal kegiatan, para siswa-siswi diminta membersihkan area sekitar Monumen Air Nusantara. Selanjutnya peserta kegiatan diberikan materi edukasi tentang sampah dan dampaknya, serta upaya meminimalisir sampah,” tuturnya.
“Peserta kegiatan juga diberikan pemahaman tentang pentingnya pohon dan hutan kota bagi area perkotaan seperti Tobelo untuk mengurangi polusi dan suhu panas,” sambung Johana.
Sementara Ahsun yang juga salah seorang ASN Pemda Halut turut memberikan motivasi bagi peserta kegiatan agar berupaya meminimalisir penggunaan produk dengan kemasan sampah plastik seperti air mineral serta berupaya memanfaatkan sampah organik menjadi kompos.
Radios Simanjuntak yang merupakan Dosen Uniera dalam kesempatan itu juga menyebutkan gerakan Sekolah Peduli Lingkungan merupakan inisiatif yang dikembangkan sebagai tindak lanjut kegiatan kunjungan Tim Pemda Halut ke Polandia beberapa waktu lalu.
“Di mana tim telah belajar bagaimana warga masyarakat berupaya berpartisipasi bagi pembangunan daerahnya secara sukarela (volunteer) pada berbagai bidang seperti sosial, lingkungan hingga pemadam kebakaran,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.