“Kami melakukan pencarian sisa-sisa Perang Dunia II, namun yang kami temukan itu granat yang diduga masih aktif,” sambungnya.

Ia menduga masih ada banyak benda peninggalan perang di sekitar lokasi tersebut.

“Yang kami khawatirkan karena lokasi penemuan ini dekat dengan jalan utama menuju kampus. Ini sangat berbahaya bagi warga yang beraktivitas dekat sini,” ujar Jamal.

Penemuan granat itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Jangan sampai orang yang dapat bisa berbahaya, makanya kami khawatir dan langsung sampaikan ke pihak yang berwenang,” tandasnya.

Sebelumnya, Komunitas PAEM juga pernah menemukan proyektil peluru 12,7 dan peluru lainnya.