“Saya turunkan tim sisir di daerah Darame dan desa lain dalam kota, tidak ditemukan pengecer yang menjual Pertalite dengan harga Rp 12 ribu per liter,” kata Nasrun.
Selain itu, Nasrun juga telah berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Morotai Timur untuk melakukan pengawasan.
“Saya koordinasi dengan semua kecamatan untuk melakukan pengawasan BBM di kecamatan masing-masing dilakukan oleh camat bersama Muspika,” ujarnya.
“Pengendara ini yang bikin kita pusing. Setelah disisir di TKP tidak ditemukan (BBM mahal),” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.