Sejauh ini, sambungnya, dua potensi itu belum dimaksimalkan pengelolaannya. Alhasil, kedua destinasi wisata itu selalu sepi.

“Padahal kalau diperhatikan, perputaran ekonomi di tempat itu sangat besar. Kalau kita pintar, mampu menyajikan nuansa nyaman, mengelola pantai yang tadinya sepi menjadi tempat yang ramai dikunjungi maka menjadi daya tarik bagi wisawatan lokal hingga mancanegara,” ujarnya.

Bila pantai ini hendak dijadikan pusat kunjungan, kata Nawir, maka harus punya komitmen, pengetahuan dan wawasan untuk mengelola potensi tersebut.

“Bukan hanya itu, tapi potensi di semua sektor harus dimanfaatkan dengan baik agar ke depan Pendapatan Asli Daerah bisa meningkat,” tandasnya.