“Eksportir di Provinsi Maluku Utara yang sudah masuk NLE adalah Harta Samudra, eksportir tuna dari Kabupaten Pulau Morotai,” ujar Adnan.
Guna terus mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi dan sustainable, terdapat beberapa rekomendasi yang diberikan, di antaranya berupa meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Pemda untuk mendorong akselerasi penyaluran DAK Fisik, mendorong penyelesaian pertanggungjawaban pada Pemda yang pada tahun anggaran sebelumnya belum selesai, mendorong akselerasi vaksinasi untuk tahap satu sampai booster supaya lebih merata dan nilainya dapat menyamai bahkan di atas rata-rata nasional, serta mengarahkan Belanja APBN dan APBD ke area-area strategis khususnya ke daerah sekitar tambang dengan menciptakan peluang usaha baru untuk mendorong pemerataan ekonomi.
“Selain itu juga untuk mendukung program NLE, perlu adanya dorongan bagi para eksportir untuk mulai join ke dalam NLE melalui sosialisasi baik on site maupun melalui media sosial untuk memudahkan transaksi dan memangkas biaya distribusi,” tutur Adnan.
“Kerja keras APBN selama ini diharapkan dapat terus berperan secara optimal, sehingga arah kebijakan ekonomi dapat tercapai dan tetap sejalan dengan upaya konsolidasi fiskal di tahun 2023. Saya harap temen-teman wartawan dapat meneruskan pesan-pesan optimisme ini kepada masyarakat luas, agar kerja keras APBN semakin memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat. Kita semua harus optimis bahwa kita mampu melewati ini dan percaya bahwa pemerintah melalui APBN sungguh bekerja dengan keras untuk memulihkan ekonomi,” tandas Adnan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.