Tandaseru — Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengungkapkan nilai ekspor sektor perikanan pada tahun 2021 Maluku Utara mengalami peningkatan 3,203 juta dolar.

“Ini membuktikan bahwa potensi perikanan di Maluku Utara sangat melimpah,” ujar Gubernur dalam pertemuan bersama Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) di Kota Ternate, Selasa (17/5).

Gubernur menambahkan, Provinsi Maluku Utara merupakan daerah kepulauan dan mempunyai luas laut 70 persen dan luas daratan 30 persen, dan mempunyai 4 wilayah pengelolaan perikanan antara lain WPP 714, 715, 716, 717. Juga mempunyai potensi sebesar 1,4 juta ton per tahun.

“Di bidang perikanan, Maluku Utara mempunyai banyak sekali komoditas di laut dan darat. Komoditas unggulan yang diangkat adalah Tuna, Cakalang, Tongkol, Budidaya Udang Vaname, Budidaya Rumput Laut dan di tahun 2021 Maluku Utara telah mencapai 350 ribu ton untuk perikanan tangkap dan 210 ribu ton untuk perikanan budidaya. Di samping itu ada 14 pelabuhan perikanan yang tersebar di Maluku Utara,” ungkapnya.

Gubernur dua periode ini berkata, potensi ini harus menjadi perhatian bersama bahwa sektor kelautan dan perikanan maluku utara harus lebih berdaya saing dan inklusif untuk menyejahterakan rakyat, khususnya di era industri 4.0.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan simposium (FP2TPKI) pada hari ini. Sebab perguruan tinggi merupakan solusi untuk menyelesaikan persoalan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan riset untuk diterapkan di sektor kelautan dan perikanan,” katanya.