“Kadang sehari dapat Rp 200 ribu kalau ramai, kadang tak capai Rp 100 ribu. Tapi yang namanya rezeki berapapun jumlahnya harus kita syukuri,” ujar Abjan.
Abjan berkata, generasi muda saat ini tidak lagi tertarik melihat profesi penunggang bendi sebagai sumber pekerjaan.
“Mungkin naik sebagai penumpang saja malu,” candanya.
Untuk menjumpai bendi yang ditunggangi Abjan, anda bisa pergi ke depan Jatiland Mall. Di sanalah Abjan mengais rezeki, mulai dari Senin hingga Minggu.
“Terkecuali hari Jumat. Saya paling banyak parkir di depan mall. Tak peduli jauh dekat, pasti saya antar asalkan masih di wilayah Kota Ternate,” katanya.
Nia, salah satu penumpang mengatakan, bendi di Ternate masih menjadi primadona namun sudah jarang dilihat. Seharusnya, kata dia, pemerintah tetap menjaga dan melestarikan bendi kembali, sebab di tahun-tahun sebelumnya bendi sangat banyak diminati.
“Untuk bendi sudah langka di Ternate. Nah untuk anak-anak saya mereka pingin sekali naik bendi untuk keliling kota saat waktu libur. Saya bersama keluarga, jika jalan-jalan ke mall tentunya, pasti suka cari bendi,” tuturnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.