Tandaseru — Keluarga Rakomole di Desa Buho-buho Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melakukan pemalangan Puskesmas Buho-buho, Kamis (21/4). Pemalangan ini dipicu belum lunasnya pembayaran ganti rugi lahan yang dibebaskan pemda sejak tahun 2020 lalu.
Dilepas dengan harga Rp 150 juta, lahan yang dibangunkan puskesmas dan rumah dinas dokter itu hingga kini belum terbayarkan sama sekali.
Informasi yang diterima tandaseru.com, pemalangan dilakukan sekira pukul 16.30 WIT, di gerbang masuk puskesmas maupun pintu rumah dinas dokter.
Yusrisan Rakomole, pemilik lahan, kepada tandaseru.com mengungkapkan pemalangan dilakukan lantaran sudah bertahun-tahun pemda belum membayar ganti rugi lahan.
“Kami sudah coba datang di kantor bupati tapi tidak ada tanggapan yang serius dari pejabat. Jadi terpaksa saya harus segel,” ungkap Yusrisan.

Menurutnya, pemalangan ini hingga ada kejelasan kapan pembayaran ganti rugi dilakukan.
“Kami segel sampai ada kejelasan baru dibuka,” tegasnya.
Kuasa Hukum Yusrisan, Abdulrahman, yang dikonfirmasi terpisah mengaku kliennya sudah menunggu selama dua tahun. Hanya saja tidak ada kejelasan pembayaran lahan yang sudah disepakati di awal.
Pemilik lahan pun melayangkan somasi dan menyegel puskesmas.
“Pemerintah seharusnya jeli melihat permasalahan lahan warga. Khususnya klien kami ini merupakan satu dari sekian banyak kasus lahan yang masih bermasalah dengan Pemda Morotai. Kami harap Pemda Morotai cepat melunasi utang lahan ini,” pungkasnya.
Sementara Kepala Bagian Pemerintahan Setda Morotai Darmin Djaguna yang dikonfiramsi mengaku pihaknya akan turun ke lokasi besok.
“Jadi mereka yang datang ini kita tidak kenal, terus atas nama siapa (yang palang), jadi nanti besok juga staf mau ke Buho-buho turun cek,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.