Tandaseru — Polres Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), akhirnya angkat bicara mengenai kondisi bayi 5 bulan yang diduga terkena gas air mata.
Bayi tersebut disebut ibunya dilarikan tetangga mereka ke rumah sakit setelah terkena gas air mata yang ditembakkan polisi untuk membubarkan massa aksi, Senin (18/4).
Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit mengatakan, saat pembubaran, massa aksi berlarian berhamburan ke rumah-rumah warga.
“Ini tentunya membuat panik masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Begitu juga yang dialami seorang bayi berusia 5 bulan yang diisukan terkena gas air mata,” ucap Andik.
Andik bilang, saat kejadian itu bayi ini menangis. Melihat anaknya menangis, ayah bayi tersebut mengambil parang.
Pada saat bersamaan polisi hendak mengamankan massa aksi. Melihat ayah bayi membawa parang, ia pun ikut diamankan.
“Ketika ayah bayi diamankan, si ibu tambah panik sehingga menyampaikan sang anak itu kena gas air mata,” akunya.
“Padahal tidak, bahkan kondisi saat ini baik,” sambungnya.
Saat melihat itu, lanjutnya, polisi langsung memanggil tim medis untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bayi. Tapi dari hasil pemeriksaan tim medis Polda Malut, kondisi bayi baik dan sehat. Bahkan bayi itu tidak menghirup gas air mata sebagaimana yang disampaikan sang ibu.
“Setelah semua dijelaskan kepada sang ibu, tenang, dan akhirnya semua sudah selesai. Bayi juga langsung dibawa orang tuanya,” paparnya.
Perwira dua bunga melati ini menegaskan, dari hasil pemeriksaan tidak didapatkan bayi tersebut menghirup gas air mata sehingga menyebabkan sesak ataupun membahayakan kesehatan.
“Kami mengecek malam ini juga kondisi bayi baik bersama ibunya,” pungkas Andik.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.