“Indikasi-indikasi makro ini memberikan catatan bagi Perangkat Daerah, kabupaten dan kota bersinergi untuk mengefektifkan langkah-langkah intervensi yang lebih baik lagi pada perencanaan pelaksanaan tahun 2023,” tukas Samsuddin.
Sementara itu, pada tahun 2023 penajaman strategi dan arah kebijakan sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wagub yang telah dijabarkan dalam rancangan rencana kerja Pemerintah Provinsi tahun 2023.
Target Makro Pembangunan Provinsi Maluku Utara tahun 2023 sendiri adalah sebagai berikut:
- Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan 69.91 sampai 70,71 poin
- Pertumbuhan Ekonomi 11,89 sampai 12,6 persen
- Rasio Gini diharapkan menurun menjadi 0,254
- Tingkat Kemiskinan ditargetkan 5,91 persen
- Tingkat Pengangguran 4,69 persen
“Untuk pencapaian target tersebut maka diperlukan penyesuaian target perangkat daerah serta penajaman program dan kegiatan secara terukur,” sambung Samsuddin.
Ia pun mengingatkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, program dan kegiatan Perangkat Daerah harus dijabarkan secara terukur, dibahas dengan saksama bersinergi dengan kabupaten dan kota. Target-target program dan kegiatan pembangunan benar-benar harus diarahkan pada tercapainya sasaran-sasaran pembangunan.
“Seleksi dan verifikasi secara cermat seluruh rencana, mengutamakan kegiatan prioritas yang mengarah pada pencapaian target daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” terangnya.
Kedua, Perangkat Daerah diminta menguatkan rencana implementasi pelaksanaan Maluku Utara Sehat, Maluku Utara Cerdas dan Maluku Utara Tumbuh. Tentukan target secara terukur dengan menerapkan mekanisme yang matang guna menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
“Ketiga, memperhatikan juga Rancangan RKP Pemerintah RI Tahun 2023 dengan tema ‘Peningkatan Produktifitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’ dengan 8 arah kebijakan dan fokus pembangunan yang telah menempatkan Maluku Utara pada Lokasi Prioritas Nasional di antaranya Kawasan Industri Teluk Weda, Kawasan Industri Obi, Kota Sedang Ternate dengan indikasi kebutuhan peningkatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Pembangunan/rehabilitasi SPALD-S Skala Kota (IPLT), Pembangunan Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Kota (TPA), Penyediaan air baku, Pengembangan Pelabuhan Angkutan Penyeberangan Bastiong, dan Pengembangan Jaringan terestrial di PKN Ternate-Sofifi,” jabar Samsuddin.
Selain itu fokus pembangunan juga diarahkan pada Destinasi Pariwisata Prioritas/KEK Morotai, serta Kota Baru Sofifi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.