Tandaseru — Sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, terancam mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) jelang Ramadan 1443 Hijriah. Pasalnya, terjadi kerusakan jalan yang membuat distribusi stok BBM terganggu.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Diperindagkop) Haltim Rickoh Debetur melalui Kabid Perdagangan Lutfi Karim menjelaskan, berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, pengusaha BBM yang berada di Kota Maba sebagian mengambil BBM di Buli. Ada pula yang menggunakan kapal.
“Tetapi saat ini semuanya tahu kalau ada kerusakan jalan di Gunung Uni-uni, jalan lintas Buli-Subaim, sehingga tentunya akan mengganggu pemasokan stok BBM dari Tobelo,” ungkap Lutfi, Senin (21/3).
Pasokan BBM dari Tobelo, Halmahera Utara, untuk Haltim dalam sehari sebanyak 5 ton. Di sisi lain, di jalur Gunung Uni-uni tak lagi diizinkan kendaraan dengan volume muatan di atas 5 ton melintas.
“Persoalan jalan ini bukan tanggung jawab kami. Sementara persoalan BBM sudah berkoordinasi SPBU penyuplai di Tobelo, bahwa BBM setiap harinya sebanyak 5 ton masuk ke Haltim,” tutur Lutfi.
Akibatnya, akan ada keterlambatan penyuplaian BBM dari Tobelo.Sedangkan pengusaha yang mengambil BBM melalui kapal saat ini juga ada keterlambatan yang membuat pasokan belum masuk.
“Jadi dengan kondisi jalan yang sudah rusak itu, sudah pasti penyuplai BBM melalu darat sudah akan berkurang. Dan itu pun berlaku pada solar,” terang Lutfi.
Demi antisipasi kelangkaan BBM jelang Ramadan, Disperindagkop bakal berkoordinasi dengan Pertamina Ternate agar suplai BBM ke Buli, Maba, dan Maba Selatan tak lagi menggunakan jalur darat.
“Kalau tidak seperti itu, maka akan berdampak pada pengguna BBM maupun solar. Bisa-bisa PLN pun mengalami kesulitan,” tandas Lutfi.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.