Adapun kapasitas smelter ini sebesar 365 ribu ton per tahun dan merupakan bahan baku dasar komponen baterai kendaraan listrik.

Proyek smelter senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$) ini merupakan pabrik bahan baku komponen baterai kendaraan listrik pertama yang beroperasi di Indonesia.

Saat ini Harita juga sedang mengembangkan fasilitas produksi lanjutan untuk menghasilkan nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang merupakan material utama baterai kendaraan listrik.

2. Smelter HPAL di Banten

Pada 2022 ini direncanakan ada tambahan smelter HPAL baru yang juga memproduksi MHP. Berlokasi di Banten, perusahaan yang mengoperasikan smelter MHP tersebut yaitu PT Smelter Nikel Indonesia.

Pada akhir 2021 lalu progres pembangunan mencapai 98,7% dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2022 ini. Ini artinya, akan ada tambahan produksi MHP dari Indonesia.