“Saya sering bayar tiap bulannya itu hanya Rp 10 ribu, tetapi sekarang saya mau bayar untuk bulan Januari naik hingga Rp 40 ribu,” ujarnya.

Setelah adu argumen, ia pun langsung pulang dan memilih tak membayar.

“Saya belum mau bayar untuk bulan Januari, nanti saya balik cek meteran dulu,” cetusnya langsung bergegas kembali ke kantornya.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Jailolo Robert Faldi saat dikonfirmasi terkait keluhan pelanggan menyatakan kenaikan tarif yang cukup signifikan itu kemungkinan ada dua faktor. Pertama, adanya instalasi yang kebocoran tapi tidak diketahui oleh pelanggan maka pemakaian otomatis naik.

“Terus yang kedua itu terkait dengan golongan, misalnya pelanggan yang termasuk dalam golongan 2A pada sejak awal pemasangan meteran terus berjalannya waktu pelanggan sudah ada fasilitas seperti mobil, mesin cuci, otomatis pemakaiannya akan meningkat maka dia akan dikenakan penyesuaian harga tarifnya pasti berubah ke 3A maka tarifnya pun naik,” jelasnya, Rabu (16/2).

Mantan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR ini juga mengaku, mungkin hal-hal seperti itu tidak disosialisasikan petugas sehingga pelanggan tidak tahu. Alhasil kejadiannya jadi seperti ini.

“Jadi saya minta ketika masyarakat atau pelanggan mengalami hal seperti ini segera datang ke kantor dan melaporkan pada petugas maupun langsung lapor ke saya, biar kami langsung lakukan penanganan,” tandasnya.