“Dari dekorasi itu yang paling jorok mereka punya sampah itu mereka buang sembarangan, padahal kami sudah larang berulang-ulang,” ungkap dia.
Mengetahui sampah yang ditemukan berserakan adalah sampah gelas bekas air mineral, Sudin langsung menyampaikan kalau memang itu sampah sisa acara di Duafa Center.
Sampah tersebut, kata dia, sudah menjadi tanggungjawab petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, karena setiap tahun pihak yayasan selalu taat membayar retribusi sampah.
“Untuk menyangkut dengan sampah kita selalu koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan kita selalu bayar itu. Bayar retribusi sampah dan mereka setiap saat juga angkat,” kata dia.
Ia pun menaruh curiga ada orang yang sengaja membuang sampah yang diambil dari tempat sampah dan dibuang ke laut.
“Itu anak-anak manakal (kesengajaan) itu, mereka (petugas DLH) belum angkat jadi orang manakal itu. Mereka manakal baru mau kasih busuk kami punya nama,” cetus Sudin.
Persoalan semacam ini, ungkap dia, juga dikarenakan bangunan Duafa Center yang tidak memiliki pagar keliling. Sehingga kejadian semacam ini bisa saja terjadi akibat kesengajaan orang luar.
Sudin juga memastikan bakal memberi teguran kepada petugas cleaning service Duafa Center karena persoalan ini. Sebab sampah dari dalam gedung dibersihkan petugas cleaning service.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Ternate Syarif Tjan saat dikonfirmasi menyatakan pengangkutan sampah di Duafa Center biasanya dilakukan rutin petugas DLH setiap pagi hari.
Meski begitu laporan ini akan disampaikan ke kepala bidang di DLH Kota Ternate yang membidangi persampahan.
“Nanti saya konfirmasi ke Kabid Persampahan sebentar dulu yah,” cetus Syarif mengakhiri.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.