Tandaseru — Kepolisian Pulau Morotai, Maluku Utara, mengetatkan protokol pengamanan putaran kedua turnamen sepak bola Bupati Cup II. Hal ini untuk menghindari pecahnya kericuhan seperti yang nyaris terjadi dalam laga Basanohi FC versus Al Qaidah FC Rabu (15/12) kemarin.
Kapolres Pulau Morotai AKBP A’an Hardiansyah mengungkapkan, untuk antisipasi keamanan di Stadion Merah Putih, tempat duduk suporter di tribun dilakukan pemisahan ketat antara suporter tim A dan tim B.
“Di tengah-tengah mereka kita tempatkan anggota polisi, sehingga masing-masing suporter tertib di tempatnya sendiri,” ungkap A’an, Kamis (16/12).
Dekatnya posisi anggota polisi dengan suporter, kata A’an, akan memudahkan identifikasi oknum pembuat ulah dan provokator.
Suporter yang hendak masuk stadion pun akan dicek lebih dulu apakah sudah di bawah pengaruh minuman keras atau tidak. Suporter yang mulutnya bau miras sebagai indikasi telah mengonsumsi miras tidak diperbolehkan masuk stadion.
Protokol ini berlaku di semua titik pintu masuk stadion.
“Kita lakukan pengecekan bawah minuman, termasuk juga bau mulutnya. Otomatis kan para petugas perlu diintensifkan dalam sterilisasi suporter masuk ke dalam arena tribun,” papar A’an.
Usai pertandingan, suporter yang diizinkan keluar stadion pun bergiliran.
“Pada saat pulang pun kita atur bergilir yang lebih dulu pulang siapa dan yang belakangan pulang yang mana. Akan kita atur sehingga nanti tidak akan ketemu sampai di jalan. Yang nantinya tim yang menang, begitu suporter akan kita kawal sampai di lokasi supayah perjalanannya pun aman,” tandas A’an.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.