“Makanya itu mereka tidak ada ‘harga’ di hadapan kepala sekolah. Saya pastikan di tahun depan akan diberikan mobil dinas karena turun monitor ke sekolah-sekolah, karena ini kan harus peningkatan mutu. Tidak mungkin mereka naik ojek dari Jailolo ke Ibu. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan. Jadi harus diberi fasilitas mobil dinas, dan juga operasional yang memadai bagi mereka,” cetusnya.

“Saya berharap guru harus tetap meningkatkan profesi mengajar dengan baik, kekompakan, mutu guru harus dipacu dengan baik, dan peran guru itu bagaimana menyiapkan kita punya generasi masa depan bangsa dan negara,” sambung James yang juga pernah menjadi guru SMP itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halbar, Harun Kasim, menambahkan upacara kali ini masih dibatasi karena masih dalam pandemi Covid-19.

“Tahun depan kemungkinan dilakukan lebih meriah lagi karena sudah melibatkan seluruh guru di Halmahera Barat. Saya berharap semua guru harus optimis bahwa apa yang kita lakukan itu merupakan amal kita, dan tujuannya mencerdaskan anak-anak. In syaa Allah pasti akan mendapatkan sesuatu yang kita idam-idamkan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua PGRI Halbar, Pilemon Piuw, menyatakan peringatan HUT PGRI dan HGN bertujuan meningkatkan peran serta guru dalam membangun sikap dan karakter serta keterampilan para peserta didik serta memberikan semangat dan motivasi kepada peserta didik sehingga ke depan menjadi anak-anak yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang diharapkan di daerah ini.

“Walaupun di tengah pandemi Covid-19 yg masih terasa hingga saat ini, semangat dan optimisme yang diharapkan dari para pendidik, pejuang pendidikan hendaknya berkarya dalam pengembangan tugas demi mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional dan pada tahun 2021 ini pelaksanaan Hari Ulang tahun PGRI dan Hari Guru Nasional ke-76 dengan tema ‘Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan’,” pungkasnya.