“Kami berharap dapat mengatasi persoalan air sehingga kami dapat menikmati. Namun pelayanan air lagi-lagi kami masyarakat Hamente Tibobo tidak nikmati. Kami telah berupaya untuk melakukan audiensi bersama DPRD sebagai wakil rakyat dan berharap dapat melakukan fungsi Kontrol untuk melihat persoalan dimaksud, namun hingga saat ini tak kunjung usai. DPRD tak bisa dipercayai lagi,” tegasnya.

Atas persoalan tersebut, warga Hamente Tibobo mendesak pemerintah daerah serius menyediakan distribusi air bersih untuk warga.

“Kami meminta dan menuntut serta menyatakan sikap. Pertama, hari ini kami memboikot sumber air Boloar. Kedua, segera menyalurkan air untuk kami warga Hamente Tibobo. Ketiga, meminta kepada Kejari untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek air bersih yang ditender oleh PT Shebeley Utama Perkasa dan evaluasi Direktur PDAM,” tandas Hernando.