Tandaseru — Pria bertubuh kurus itu tampak serius menyekop pasir. Sesekali disekanya keringat di dahi dengan punggung tangan yang terbungkus sarung tangan putih lusuh.
Usia Suparno, pria tersebut, tak lagi muda. 63 tahun. Namun sehari-hari ia masih harus menambang dan menjual pasir di pesisir Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, untuk menyambung hidup.
Suparno sebelumnya tinggal di Kepulauan Sula. Namun setelah istrinya meninggal dunia, ia kembali ke Ternate. Di Ternate, ia tinggal bersama saudara perempuannya, Sulatri, yang juga menambang pasir bersamanya. Lima anak Suparno sudah berumah tangga dan punya kehidupan sendiri.
Kepada tandaseru.com Suparno bercerita, ia menambang pasir untuk membantu Sulastri. Sejak ditinggal mati suaminya, Sulastri lah yang harus banting tulang menghidupi anak-anaknya.
“Ini adalah pekerjaan laki-laki namun harus dikerjakan oleh adik saya untuk kebutuhan makan dan minum. Makanya saya memutuskan untuk mengganti semua pekerjaan saudara perempuan saya,” ungkapnya, Minggu (21/11).
Pekerjaan menambang pasir dijalani Suparno sudah 13 tahun lamanya. Di usianya, ia merasa tak bisa lagi mendapatkan pekerjaan lain. Meski begitu, Suparno mengaku menikmati pekerjaannya.
“Karena di samping saya bisa membantu saudara perempuan, saya juga bisa berolahraga. Karena jika usia seperti saat ini hanya berdiam diri di rumah tidak bagus juga untuk kesehatan,” jelasnya.
Sulastri memiliki dua anak yang masih kecil. Ini alasan lain Suparno membantu adiknya tersebut.
“Saya saat ini keluarga tinggal adik perempuan sehingga saya membantu dia untuk tetap bisa menghidupi dua ponakan saya juga,” tuturnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.