Tandaseru — Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Zainuddin Umasangadji mengimbau peserta yang ingin mengikuti pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahap 2 agar lebih memperhatikan formasi yang tersedia.
Hal ini untuk menghindari kejadian seperti pada seleksi tahap 1.
“Rencana pembukaan pendaftaran tahap 2 dimulai tadi, namun kembali ditunda oleh Kemendikbud. Katanya awal November nanti baru dibuka tahap 2. Jelang tahap 2 ini, saya harap agar peserta atau guru honorer yang ikut seleksi agar lebih memperhatikan formasi yang tersedia,” harap Zainuddin, Minggu (24/10).
Ia mengaku jumlah kuota Kota Tidore Kepulauan pada seleksi tahap 1 sebanyak 298. Namun, yang dinyatakan lulus hanya 31 orang dari total 356 peserta.
“Kenapa banyak yang tidak terisi atau tidak lulus, karena banyak peserta menumpuk hanya di satu sekolah, sementara di sekolah itu hanya tersedia formasi atau dibutuhkan hanya dua orang. Ini juga membuat sekolah lain yang tersedia formasi banyak tidak terisi lantaran banyak peserta hanya menumpuk di satu sekolah saja,” ungkapnya.
Alhasil, kuota Kota Tidore Kepulauan yang belum terisi sebanyak 267.
“Saya berharap jelang pendaftaran tahap 2 ini peserta lebih memperhatikan jumlah formasi atau kuota yang dibutuhkan di setiap sekolah, jangan hanya fokus pada satu sekolah saja,” ucap Zainuddin.
Selain itu, ia berharap Kemendikbud Ristek dapat memberikan kelonggaran tertentu yang dapat membuka peluang peserta bisa lulus pada seleksi tahap 2 ini.
“Tentu kami sangat berharap seleksi tahap 2 ini ada toleransi dari Kemendikbud sehingga formasi atau kuota yang belum terisi ini bisa dapat terisi. Harapan kami ini agar kekurangan guru yang ada di Kota Tidore bisa terpenuhi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.