“Anggaran untuk pemulihan ekonomi serta percepatan pembangunan infrastruktur pada kawasan strategis yang memiliki daya ungkit pertumbuhan ekonomi termasuk penataan kawasan strategis perkotaan Labuha berbasis smart city. Mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan reformasi birokrasi dan pelayanan publik serta perlindungan sosial. Mengalokasikan belanja tidak terduga untuk penanganan bencana alam dan non alam serta mengantisipasi meningkatnya kembali kasus Covid-19,” sambung Bassam.
Sedangkan untuk struktur rancangan APBD tahun 2022, kata Bassam, Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp 100,5 miliar. Pendapatan yang bersumber dari dana transfer pusat ditargetkan sebesar Rp 1,3 triliun.
Sedangkan pendapatan yang bersumber dari dana transfer Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara ditarget sebesar Rp 21,5 miliar.
Selanjutnya lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 42,2 miliar yang bersumber dari dana hibah BOS pendidikan.
“Dengan demikian, secara keseluruhan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 1,5 triliun atau naik sebesar 4,14 persen dibandingkan dengan tahun 2021,” terang Bassam.
“Selanjutnya, struktur belanja daerah pada tahun anggaran 2022 sebesar Rp 1,5 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun anggaran 2020 dengan rincian belanja operasi dan belanja modal ditargetkan sebesar Rp 1,1 triliun, belanja tak terduga Rp 76 miliar, dan belanja transfer ke pemerintah desa sebesar Rp 286,5 miliar,” jelasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.