Tandaseru — Kartu Tani yang dibagikan kepada para petani di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, hingga kini belum difungsikan.
Pasalnya, pembagian kartu oleh salah satu bank pelat merah itu tanpa disertai sosialisasi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, Imran Jasin mengungkapkan, tujuan Kartu Tani adalah agar para petani mendapat pupuk dan diskon barang-barang pertanian.
“Dan itu dibagikan langsung oleh perbankan. Akhirnya sampai sekarang penyuluh pertanian kita tidak tahu menahu soal penggunaan kartu tersebut,” ungkap Imran, Rabu (22/9).
Imran bilang, para penyuluh berharap ada pendampingan agar penggunaan Kartu Tani tersebut tepat sasaran. Namun sayangnya saat pembagian kartu tidak ada pendampingan dari penyuluh.
“Memang pihak perbankan yang mempunyai program Kartu Tani, tetapi minimal ada sosialisasi agar petani tahu bagaimana menggunakannya. Lalu sejauh ini sistem yang dipakai di dalam kios-kios itu belum jelas rujukannya. Kalau mendapat Kartu Tani tapi ketika belanja tidak mendapat diskon, berarti sama saja,” tuturnya.
Sejauh ini, ia menambahkan, belum ada sosialisasi dan koordinasi antara perbankan, Dinas Pertanian Malut dan Dinas Pertanian Tikep soal penggunaan Kartu Tani.
Karena itu, Imran mengaku akan berkoordinasi untuk sosialisasi manfaat dan penggunaan kartu tani.
“Kalaupun pihak perbankan yang sosialisasi bisa dikomunikasikan supaya ada pemanfaatan dari kartu petani,” paparnya.
Salah satu petani Gurabunga yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan, Kartu Tani sudah diterimanya sejak 2020.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.