Agrist menambahkan, kesalahan pengelolaan tata ruang serta semakin berkembangnya pembangunan yang mengakibatkan tanah sulit melakukan penyerapan air dan beban permukaan tanah semakin besar menjadi sebab utama terjadinya masalah ini. Kondisi ini menjadi alarm bagi Pemda Halbar serta peran penting Pemdes Balisoan Utara agar segera mengambil tindakan cepat tanggap serta serius dalam penanggulangan banjir yang terjadi.

“Dan yang paling penting adalah segera menyelesaikan pembangunan talut yang dibiarkan begitu saja sejak lama. Walaupun sebenarnya kami menganggap pemerintah sangat lambat dalam merespon permasalahan ini, akan tetapi masih ada kesempatan untuk melakukan mitigasi sejak sekarang supaya tidak menimbulkan korban jiwa,” tandasnya.