Mereka harus menguras energi saat mendapati sampah yang tergolong sulit dibereskan. Seperti sampah pohon yang ditebang dan kulit durian.
“Sampah batang pohon dan kulit durian itu yang paling sulit. Kadang tangan petugas sampai terluka,” ungkap dia.
Jenis sampah lainnya yang kerap mencelakai petugas yakni sampah medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasan Boesoirie.
Sampah medis yang harusnya tergolong Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ini kerap dibuang sembarangan.
Hingga pernah ada petugas kebersihan yang tangannya tertusuk jarum suntik bekas saat mengangkut sampah B3 ini.
“Saya sampai tegur pihak rumah sakit, tapi sampai sekarang mereka tetap saja buang sampah medis sembarangan,” kata Yus dengan nada kesal.
Meski perjuangan menjadikan Kota Ternate bebas dari sampah adalah harga mati bagi petugas kebersihan, hanya akan menjadi angan-angan bila tidak didukung masyarakat.
Sosialisasi demi sosialisasi yang terus digencarkan, kata Yus, pada akhirnya harus kembali pada kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya merawat lingkungan.
“Saya bahkan berharap, setidaknya masyarakat bisa saling mengingatkan agar membuang sampah pada tempatnya,” imbuhnya.
Sementara itu terkait kesejahteraan petugas sampah, menurut Yus, Rp 2,1 juta per bulan adalah upah yang hanya cukup untuk kebutuhan isi perut.
Setiap bulan pun kadang upah yang diterima petugas kebersihan hanya berbunyi ratusan ribu setelah potong utang bahan pokok yang diambil dari koperasi DLH.
Yus bilang, untuk menyikapi masalah kesejahteraan ini DLH pun telah mengusulkan agar di tahun 2022 upah tenaga kebersihan dinaikkan menjadi Rp 2,5 juta.
Para petugas kebersihan pun tidak kehabisan akal untuk menambah pundi-pundi rupiah. Mereka terkadang bekerja sambil memilah sampah ekonomis, seperti plastik bekas, kaleng aluminium dan kardus.
Sampah ekonomis yang terkumpul bisa dijual langsung ke pengepul yang ada di TPA Buku Deru-Deru dengan harga kisaran Rp 1.000 – Rp 2.000 rupiah per kilogram.
“Kadang mereka bisa tukar sampah ekonomisnya dengan token pulsa, ada juga yang kita bikin buku tabungan untuk ditabung,” ungkapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.