Tandaseru — Nama Teruo Nakamura tak asing lagi di benak warga Maluku Utara. Prajurit Kekaisaran Jepang itu menjadi prajurit terakhir yang ditemukan usai Perang Dunia II berakhir.

Tak tanggung-tanggung, Nakamura yang berasal dari Taiwan dan bernama asli Attun Palalin atau Lee Guang Hui itu bersembunyi di dalam hutan Pulau Morotai selama 30 tahun.

Nakamura merupakan tentara sukarelawan Kekaisaran Jepang. Ia tergabung dalam pasukan khusus Takasago ke-4 yang terkenal sebagai pasukan khusus perang gerilya untuk mempertahankan Morotai dari gempuran tentara Sekutu.

Setelah Sekutu membangun pangkalan militernya di sana, Nakamura memutuskan pergi ke dalam hutan belantara lereng Gunung Galoka. Ia bersembunyi di hutan Desa Pilowo, hingga ditemukan kembali pada 1974.

Nakamura saat itu tak tahu perang telah selesai, dan selama 30 tahun bersembunyi di hutan dan goa-goa di Morotai.

Untuk menjaga nilai sejarah, bahwa Pulau Morotai pada masa Perang Dunia II menjadi basis militer yang strategis, jejak Nakamura masih dengan mudah kita jumpai di Morotai.

Berikut Jejak Teruo Nakamura.

1. Desa Nakamura

Di Kabupaten Pulau Morotai terdapat satu kampung yang dinamai Desa Nakamura, terletak di Kecamatan Morotai Selatan.

Tokoh masyarakat Desa Nakamura, Ahmad Muhammad kepada tandaseru.com mengatakan, Desa Nakamura merupakan anak desa dari Desa Dehegila. Terdapat beberapa suku yang menetap seperti Suku Jawa dan Tidore dengan jumlah penduduk 156 kepala keluarga.