Tandaseru — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatat dari 169 desa di Halbar baru 8 desa yang Dana Desa (DD) tahap II-nya sudah tersalurkan.

Sementara ada 3 desa yang dalam proses peng-input-an Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

8 desa tersebut adalah 7 desa di Kecamatan Jailolo dan 1 desa di Kecamatan Ibu. Sedangkan 3 desa yang tengah diproses 2 diantaranya terletak di Kecamatan Jailolo dan 1 desa dari Kecamatan Loloda.

Kepala DPMPD Halbar yang baru-baru ini dilantik, Maximus Saleki mengungkapkan, pada September ini telah ditargetkan DD tahap II bisa tersalur di atas 80 persen. Sebab di fase Oktober-Desember sudah masuk tahap III dan persyaratannya bakal lebih banyak lagi.

“Mengingat KPPN, OM SPN dan SIMDA semua dikunci pada 15 Desember jadi ditargetkan September ini bisa terealisasi di atas 80 persen, sehingga mudah di akhir tahun ini,” ungkapnya.

Mantan Asisten II Pemda Halbar ini mengatakan, untuk desa yang belum memasukkan berkas pencairan DD tahap II ini dirinya akan mendorong camat agar mendesak seluruh kepala desa. Dengan begitu berkas yang dibutuhkan dapat segera dimasukkan.

Selain itu, bisa diketahui kendala keterlambatan pemasukan berkas.

“Kalau tidak tepat waktu maka yang rugi itu daerah, jadi ini kerja keras kita semua. Mudah-mudahan kerja sama yang baik antara dinas dan desa maka tersalur sesuai dengan target yang sama-sama kita inginkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa DPMPD Halbar, Jaafar M. Dun menjelaskan, untuk BLT-DD Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sudah menyalurkan sampai pada September bulan berjalan. BLT-DD juga menjadi salah satu syarat pencairan DD tahap II.