Tandaseru — Pengamat Ekonomi Maluku Utara, Nurdin I Muhammad mengungkapkan, rancangan Segitiga Emas oleh tiga daerah yakni Ternate, Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat tidak maksimal karena tidak terakomodir secara baik.
Karena kerja sama ekonomi ini melibatkan beberapa daerah, sambungnya, maka sinkronisasi perencanaan antara ketiga daerah ini mutlak dilakukan, tidak bisa parsial.
“Pemulihan ekonomi tentu dapat dilakukan secara spasial, maka pemulihan ekonomi kota Ternate akan memberikan spill over atau limpahan ke daerah lain terdekat. Salah satunya lewat skema Segitiga Emas, hanya saja selama ini program ini belum berdampak secara signifikan terhadap perekonomian di tiga daerah tersebut,” cetusnya, Selasa (7/9).
Ia bilang, sejauh ini ketiga daerah yang menggagas Segitiga Emas belum serius dalam pemulihan ekonomi.
“Seharusnya tiga daerah ini lebih serius dalam penanganan pertumbuhan ekonomi, terutama keseriusan itu ditunjukkan dari aspek perencanaan dan anggaran,” jelas Nurdin.
Menurut dosen Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini, dalam rancangan pemulihan ekonomi Malut harus mempunyai rencana yang matang.
“Kita harus butuh perencanaan yang matang, tidak sekadar bunyi tanpa isi. Selama ini saya lihat mereka bingung sendiri dengan gagasan Segitiga Emas ini, artinya mereka saja belum memahami secara baik, lalu bagaimana dengan implementasinya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, harus ada tawaran solusi, dari ketiga daerah tersebut.
“Solusinya sederhana sebetulnya, yakni ketiga daerah ini duduk menyamakan persepsi di bawah koordinasi Gubernur (pemprov) untuk mengatur jalur distribusi barang/produk pertanian dan jasa yang dihasilkan sehingga berdampak secara langsung pada perekonomian Malut,” jabarnya.
Ada pun aspek kelembagaan harus diperkuat, baik pemerintah maupun dunia usaha yang terlibat secara langsung dalam aktivitas bisnis dan ekonomi di ketiga daerah ini.
“Harus ada regulasi yang memudahkan dan mendukung aktivitas ekonomi di ketiga daerah tersebut,” pungkas Nurdin.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.