Tandaseru — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAR) Pulau Morotai, Maluku Utara, menerobos kantor bupati Pulau Morotai, Kamis (2/9).

Aksi mahasiswa yang dipimpin Fitra Piga itu bermula di depan kantor bupati dengan tuntutan pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa berinisial F dan A.

Dalam aksi itu, mahasiswa menuding Kepala Dinas PMD dan Bupati Morotai melindungi kedua ASN tersebut. Sebab hingga kini belum ada kepastian hukum dari Inspektorat Morotai. Bahkan kedua ASN itu masih terlihat berkantor seperti biasanya.

Pantauan tandaseru.com, orasi berlangsung kurang lebih 1 jam sebelum massa menerobos masuk ke kantor bupati dan memboikot ruang DPMD.

Massa aksi berusaha memboikot ruang Dinas PMD Pulau Morotai. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Sejumlah orator, Ekal Samlan dan Bahrul Kurung mengarahkan massa aksi masuk ke dalam kantor untuk memboikot ruangan DMPD. Hanya saja diadang petugas Satpol PP. Alhasil, nyaris terjadi baku hantam di depan pintu masuk ruang DPMD.

“Boikot kantor, kasus ini harus diselesaikan. Pemerintahan di DPMD tarada fungsi sama sekali, kami tetap boikot,” teriak Ekal.

Petugas Satpol PP adang massa aksi yang berusaha memboikot ruang DPMD. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Sambil teriak, Ekal bilang, pejabat yang diduga kuat melakukan kasus korupsi itu diabaikan oleh Kadis DPMD Morotai.

“Kepala Dinas PMD asyik rapat di sana, padahal korupsi ini adalah kejahatan secara struktural yang terjadi tahun kemarin sampai sekarang dia punya penyelesaian tidak ada,” koarnya.