Tandaseru — Pandemi Covid-19 membuat anak-anak usia sekolah merasakan ‘libur’ berkepanjangan. Ya, meski sekolah daring tetap berjalan, anak-anak lebih familiar menganggapnya sebagai ‘liburan’ panjang.

Kondisi ini tak ayal menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Seperti halnya siswa di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Sejumlah anak yang ditemui di Pantai Daruba. Kecamatan Morotai Selatan, mengaku rindu belajar tatap muka dengan teman-teman di sekolah dan para guru. Menurut mereka, kondisi rumah tak kondusif untuk belajar virtual lantaran ada banyaknya gangguan konsentrasi.

“Di rumah tara belajar-belajar, cuma main game saja. Tong ingat sekolah, barang teman-teman banyak di sekolah. Terus libur terlalu banyak lagi,” ucap Ari (bukan nama sebenarnya, red), siswa kelas V salah satu SD di Kota Daruba.

“Belajar online tara asik, bagus belajar di sekolah. Kalau pas jam istirahat kita bisa bermain dengan tamang-tamang di halaman sekolah,” paparnya.

Selama pandemi, sambung Riki (bukan nama sebenarnya, red), guru berpesan untuk selalu mengenakan masker.

“Ada virus corona jadi guru kase libur. Terus harus pake masker juga, kalau pas kita pergi bermain di luar rumah,” ucap Ari.

“Kita masok sekolah katanya tanggal 30 Agustus,” sambung dia.

Untuk mengisi waktu di rumah, ia biasanya bermain game atau bermain bersama teman-temannya di pantai pada sore hari.

Meski kebanyakan ‘libur’, Riki tampaknya tak melupakan materi pelajarannya di sekolah. Saat ditanyakan nama Presiden ke-1 Indonesia, ia cepat menjawab Soekarno dan lanjut menyebutkan nama-nama presiden setelahnya.

“Lalu Presiden Soeharto, Habibie, Gus Dur, Mega, SBY, deng satu lagi biasa di berita kong kase sepeda itu sapa dah?”

“Jokowi!” jawab rekan-rekannya sembari tertawa lepas.