Salah satu upaya pemerintah menurunkan angka stunting adalah dengan menggalakkan lagi posyandu di setiap keluarahan.
“Posyandu memang unjung tombak dan garda terdepan penanganan stunting ini,” terang Ismail.
Menurutnya, menekan angka stunting bukan hanya menjadi fokus dan kerja bagi Dinas Kesehatan maupun BKKBN saja. Namun, perlu kolaborasi OPD lain untuk mendorong dan menekan laju stunting di Kota Tikep.
“Tentu ini menjadi perhatian dan fokus utama kami. Dalam waktu dekat ini saya akan undang Dinas Kesehatan dan BKKBN untuk mencari solusi alternatif dan terbaik agar menurunkan angka ini. Bila perlu libatkan dinas lain juga seperti halnya Dinas Pangan, Pertanian maupun Sosial,” kata Ismail.
Ia menambahkan, pandemi mempengaruhi meningkatnya stunting lantaran mengganggu ekonomi masyarakat. Terutama soal daya beli masyarakat yang terus mengalami penurunan lantaran pendapatan juga kena dampak dari pandemi.
“Sehingga akses asupan gizi dan makan terhadap anak terganggu, saya berharap perlu adanya keterlibatan dinas sosial di dalam penanganan strategi menurunkan stunting ini agar bisa mendorong para ibu-ibu hamil ini untuk mendapatkan PKH atau bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.