“Sahril berjuang untuk gantikan saya oleh orang lain, tetapi tidak berhasil. Ternyata Sahril juga didepak dari ketua partai dan digantikan Muhaimin Syarif yang sementara Ketua DPC Gerindra Taliabu. Jadi alhamdulillah Muhaimin Syarif sukses,” pungkasnya.

Sementara Sahril Tahir yang dikonfirmasi tandaseru.com mengaku dirinya tak tahu-menahu soal setoran Rp 300 juta dari Wahda ke DPP. Pasalnya, saat dirinya menerima SK pergantian Wakil Ketua dari DPP tak ada satu sen pun yang harus ia bayarkan ke DPP.

“Sampai SK kemarin saya terima, tidak pernah ada uang satu sen pun saya keluarkan,” ucapnya.

SK pergantian Wahda tersebut diterima Sahril langsung dari Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

“Jadi saya tidak tahu soal setoran-setoran seperti itu. Yang jelas, ketika saya menerima SK pergantian sebagai Wakil Ketua DPRD itu tidak ada namanya bayar-membayar ataupun kontribusi ataupun lain-lain pungutan,” tandas Sahril.