Tandaseru — Antusiasme terbaca dari mata Faralita Rumawir (15 tahun) saat menunjukkan raportnya. Remaja yang karib disapa Fira itu baru saja dinyatakan lulus SD Inpres Daeo, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara.

Ya, meski usianya sudah 15 tahun, Fira baru saja menamatkan pendidikan sekolah dasarnya. Kondisi tubuhnya membuat ia sedikit terlambat dari teman-teman sepantarannya.

Fira lahir pada 28 April 2006 di Kota Ternate. Terlahir prematur, berat badan putri pasangan Suharni Badada (44 tahun) dan Yunus Rumawir (47 tahun) ini hanya 1,2 kilogram.

“Lahirnya di RS Islam. Saat lahir, dia ditaruh di inkubator,” ungkap Suharni kepada tandaseru.com, Jumat (18/6).

Fisiknya yang mungil berbeda dengan saudara kembarnya, Radifa. Meski begitu, Fira tetap bisa beraktivitas seperti anak-anak lain. Pergi-pulang sekolah dengan riang bersama teman-teman sebayanya.

Beginilah Faralita Rumawir (15 tahun) pergi-pulang sekolah setiap harinya, digendong sang ibu. (Istimewa)

Petaka dimulai saat ia duduk di bangku kelas 5 SD, 3 tahun lalu. Fira kecil jatuh dari kursi. Tulang paha kanannya patah.

Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai petani itu langsung membawa Fira ke tetangga mereka yang menjadi tukang urut. Fira diurut dua kali sehari, pagi dan sore.