Tandaseru — Satgas Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menemukan makin banyaknya warga yang reaktif Covid-19 saat dites usai Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Warga pun diimbau makin mengetatkan protokol kesehatan untuk menghindari kemungkinan tertular virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Kuraisia Marasaoly menyebutkan, situasi tersebut harus diantisipasi sesegera mungkin. Warga yang keluar rumah wajib mengenakan masker.
“Peningkatan ini dipicu arus mudik Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah karena pasca Lebaran terdapat banyak penumpang kapal yang berdatangan di Taliabu dan tak sedikit yang reaktif berdasarkan hasil tes,” ungkap Kuraisia, Jumat (28/5).
“Pasca Lebaran ini ada peningkatan orang yang reaktif Covid-19, dan itu semuanya adalah pelaku perjalanan dari luar daerah. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat Taliabu agar dapat mengantisipasi peningkatan kasus ini dengan tetap taat protokol kesehatan, terutama bermasker saat keluar rumah,” tegasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, lanjutnya, sebelum Lebaran Idul Fitri lalu, kasus orang reaktif di Kabupaten Pulau Taliabu mulai berkurang. Bahkan sempat nol kasus pada awal Mei lalu.
“Namun pasca Lebaran hingga minggu kedua ini tercatat orang yang reaktif meningkat drastis menjadi 30 orang. Itu semua adalah pelaku perjalanan dari luar daerah,” terang Kuraisia.
Saat ini, 30 warga yang dinyatakan reaktif tersebut telah dianjurkan untuk melaksanakan karantina mandiri. Sementara tim Satgas Covid-19 masih terpantau melaksanakan aktivitas penertiban bermasker di pusat Kota Bobong, ibukota kabupaten.
Pantauan tandaseru.com, masih banyak warga yang tidak menggunakan masker sehingga para petugas pun terus melakukan upaya penertiban di seputaran tugu Kota Bobong. Sementara di Pelabuhan Bobong pengawasan para penumpang belum diperketat kembali alias masih longgar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.