“Sesuai dengan tujuan pelaksanaan Sail Tidore yang lebih banyak mempromosikan sektor pariwisata, kekayaan budaya, dan hasil laut Indonesia, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik, kami mengusulkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Ketua Tim Panitia Pelaksana Pusat Penyelenggara Sail Tidore sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Sekretaris Panitia Pelaksana Pusat Penyelenggara Sail Tidore,” sambungnya.
“Kementerian Perdagangan akan tetap mendukung penyelenggaraan Sail Tidore yang terkait dengan sektor perdagangan serta mempromosikan produk unggulan daerah di Indonesia ke dunia melalui pameran pada penyelenggaraan Sail Tidore,” tandas Menteri Lutfi.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, saat dikonfirmasi Kamis (19/5) mengakui telah menerima tembusan surat Mendag tersebut.
“Iya, sudah ada tembusan ke kami soal penundaan itu. Tapi soal penundaan itu belum final, karena belum ada balasan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terkait dengan surat yang dilayangkan oleh Menteri Perdagangan itu,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tikep itu.
Ismail mengatakan, dirinya bisa menerima jika terjadi penundaan di tahun 2022.
“Kalau saya secara pribadi, tentu dengan sisa waktu 3 bulan itu tidak cukup untuk matangkan kesiapan, sebab fasilitas pendukung Sail Tidore juga belum nampak. Jadi alangkah lebih bijak kalau usulan Kementerian Perdagangan itu dipertimbangkan atau disetujui untuk penundaan, agar kesiapan lebih dimatangkan lagi. Apalagi Sail Tidore ini skala besar atau nasional, tentu dengan kesiapan yang lebih matang jauh lebih bagus dan maksimal. Tapi nanti kita lihat respon dari Menteri Kemaritiman seperti apa,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.