Selain itu, Kementerian Perdagangan juga telah melakukan rapat koordinasi pada Kamis (22/4) dengan mengundang para menteri terkait dan Gubernur Maluku Utara serta Wali Kota Tidore Kepulauan untuk mengetahui perkembangan masing-masing bidang dalam mempersiapkan penyelenggaraan Sail Tidore.
Namun laporan yang didapat masih banyak terjadi kekurangan di semua bidang karena perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja/Nomenklatur Kementerian Perdagangan serta belum ada alokasi anggaran di masing-masing bidang yang mengakibatkan proses komunikasi dan koordinasi terhambat serta masih tingginya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia.
Sedangkan, berdasarkan laporan Menteri Kesehatan yang disampaikan saat rapat koordinasi, bahwa sampai dengan penyelenggaraan Sail Tidore 2021 tanggal 20-26 September 2021 belum dapat dipastikan penyebaran Covid-19 akan mereda. Kegiatan yang dapat djadikan acuan untuk acara berskala besar seperti Sail Tidore 2021 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang baik adalah Olimpiade Tokyo, di mana pada pelaksanaan olimpiade tersebut hanya diikuti oleh atlet yang bertanding dan penduduk lokal.
“Dengan belum siapnya masing-masing bidang penyelenggara Sail Tidore 2021 yang berada di 13 kementerian/lembaga, Kementerian Perdagangan menyarankan guna mencapai hasil penyelenggaraan Sail Tidore 2021 yang optimal maka kiranya pelaksanaan kegiatan tersebut dapat ditunda pada tahun 2022 dengan komitmen masing-masing K/L bidang penyelenggara Sail Tidore 2021 untuk terus mematangkan persiapannya,” tulis Mendag dalam suratnya tersebut.
Selain itu, Menteri Lutfi juga pengalihan kepanitiaan pusat dari Kementerian Perdagangan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.