Sementara soal keterbatasan sarana berupa armada yang terbatas, Syarif mengaku dengan kondisi keuangan saat ini sangat tidak mungkin mendorong penambahan armada. Namun ia menyatakan sudah ada solusi lain guna melengkapi sarana dan prasarana penanganan sampah itu.

“Solusi adalah kita memanfaatkan salah satu hajatan besar yakni Sail Tidore. Karena Tidore sebagai tuan rumah tentu penanganan sampah perlu dilakukan secara maksimal untuk menghindari kesan-kesan buruk bagi pengunjung yang datang nantinya. Makanya itu rencana dalam waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna membantu sarana pendukung dalam memaksimalkan penanganan sampah di Tidore. Apalagi kementerian sendiri termasuk salah satu panitia Sail Tidore,” kata Syarif.

Ia mengaku dalam waktu dekat akan menyampaikan permohonan proposal ke kementerian guna melengkapi beberapa sarana prasarana seperti mobil pengangkut sampah, kontainer maupun sarana lainnya.

“Tadi saya juga sudah koordinasi dengan salah satu kasubid di kementerian guna membicarakan masalah ini, dan alhamdulillah direspon dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, Syarif juga berencana menggandeng pihak kecamatan dan kelurahan guna memaksimalkan kinerja penanganan sampah di setiap kelurahan.

“Kolaborasi itu sangat penting, untuk itu saya berharap dengan adanya kerja sama ini selain dapat memaksimalkan penanganan sampah, kita bisa mendorong adanya kesadaran masyarakat agar membuang sampah tidak sembarangan,” pungkasnya.