Ismail bilang, di era globalisasi seperti saat ini, tidak heran apabila kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat menjanjikan efisiensi, kecepatan penyampaian informasi, keterjangkauan, dan transparansi. Hal ini diperlukan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau biasa disebut e-government.
“Dengan adanya Covid-19 ini membuka pemikiran kita bahwa teknologi sangat penting dibutuhkan. Maka itu, hal terpenting bagi saya adalah mendorong pelayanan berbasis online di beberapa instansi yang bersentuhan dengan masyarakat, bila perlu sampai ke kelurahan. Hal ini perlu didorong,” tukasnya.
Selain itu, Ismail juga dalam waktu dekat akan memanggil seluruh OPD penyubang PAD untuk membahas target PAD.
“Yang berikut ini soal PAD, nanti akan saya undang OPD terkait guna membahas soal potensi yang belum digarap, begitu juga yang sudah ada, untuk mencari skema dan cara yang tepat untuk memaksimalkan potensi PAD kita. Paling tidak langkah awal adalah mengubah skema penarikan retribusi berbasis elektronik,” urainya.
Ia menambahkan, akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD dalam LKPJ yang meminta agar Tikep satu data.
“Memang kita akui bahwa kita lemah di data. Untuk itu rekomendasi itu akan segera didorong dengan memanfaatkan teknologi. Saya juga berharap ada masukan juga dari DPRD, maupun lainnya, guna sama-sama mewujudkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tikep menuju Tidore Jang Foloi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.