Tandaseru — Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) BKKBN Pusat, Ahmad Taufik melakukan monitoring Pendataan Keluarga 2021 (PK21) di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Selasa (4/5).
Kunjungan tersebut dalam rangka melihat langsung progres PK21 yang dilaksanakan kabupaten/kota yang ada di Maluku Utara, salah satunya Kota Tikep.
Ahmad Taufik saat diwawancarai meminta kepada seluruh kabupaten/kota agar terus menggenjot proses pendataan 5 tahunan itu. Dirinya menegaskan daerah hanya diberi waktu 2 bulan untuk melakukan pendataan.
“Untuk itu saya sangat berharap agar proses pendataan ini bisa lebih dimaksimalkan lagi, agar target dan harapan kita bisa tercapai,” harapnya.
Taufik menjelaskan, dalam pemantauan selama 2 hari di Kota Tikep, masih terdapat beberapa kendala yang menghambat proses pendataan, salah satunya akses jaringan internet. Sebab, proses pendataan yang dilakukan selain dilakukan menggunakan formulir, ada juga yang menggunakan smartphone.

Meski terkendala jaringan, ia mengapresiasi Kota Tikep lantaran menjadi daerah yang punya progres pendataan sangat bagus untuk kabupaten/kota di Maluku Utara sampai akhir April kemarin.
“Untuk Maluku Utara sendiri penginputan data masih 6,3 persen, ini lantaran karena jaringan di sini sedikit bermasalah. Namun pengisian lewat formulir tidak bermasalah, progresnya sudah jauh dari yang diharapkan, cuma tinggal penginputan saja ke aplikasi yang bermasalah karena jaringan,” tegasnya.
Dengan kondisi jaringan yang sering bermasalah di Maluku Utara ini, Taufik berjanji akan mendorong permasalahan ini melakui Kementerian Kominfo guna mempercepat proses jaringan di Maluku Utara, apalagi di pulau terluar Maluku Utara.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.