Tandaseru — Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, mengimbau para operator kapal angkutan umum, motoris speedboat serta nelayan agar tetap herhati-hati dalam beraktivitas di laut.

Pasalnya, saat ini cuaca ekstrem tengah melanda Malut akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Surigae.

Imbauan ini sejalan dengan penyampaian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Kepala Dinas Perhubungan Pulau Morotai, Ahdad H. Hasan menuturkan, peringatan dini adanya cuaca ekstrem telah dikeluarkan BMKG.

“Maka kami mengimbau agar semua angkutan laut di Pulau Morotai tetap berhati-hati,” tuturnya, Kamis (15/4).

Menurut Ahdad, untuk mengantisipasi cuaca ekstrem tersebut, kapal angkutan umum dan motoris speedboat diminta tidak memuat penumpang melebihi kapasitas.

“Kami juga mengimbau untuk operator kapal yang beroperasi Morotai-Ternate maupun motoris speedboat Morotai-Tobelo melihat situasi yang ada saat ini agar jangan sampai memuat penumpang di luar kapasitas,” imbaunya.

“Para motoris speedboat juga wajib mengecek kapasitas penumpang, mengecek mesin dan peralatan keselamatan di speedboat-nya. Kalau cuaca tidak memungkinkan, jangan dipaksa untuk keluar beroperasi. Ini demi keselamatan penumpang dan kita semua,” tegasnya.

Ahdad juga mengingatkan nelayan agar tak nekat melaut saat kondisi cuaca tak memungkinkan.

“Meski satu sisi mereka punya kebutuhan di laut tapi tetap mengikuti imbauan pemerintah, dan para nelayan tetap bersabar dengan cuaca,” pungkasnya.