Dikonfirmasi terpisah, M. Ikbal Samuda, salah satu tokoh masyarakat di Desa Mangon dengan tegas mengatakan menolak Pilkades serentak yang akan digelar di Kepulauan Sula.
Ikbal menilai, pelaksanaan pilkades di 78 desa di Kepulauan Sula sarat kepentingan politik. Wilayah Desa Mangon merupakan wilayah dengan jumlah pemilih cukup besar, akan tetapi hanya dua cakades yang dinyatakan lulus dalam screening.
“Saya menolak hasil screening Pilkades yang ada. Kami punya wilayah ini cukup besar, kenapa cuma dua orang saja yang lulus,” tegas Ikbal.
Ia menyatakan, pelaksanaan Pilkades harus bersifat demokratis. Karena itu, panitia Pilkades di tingkat kabupaten harus membatalkan hasil screening cakades yang baru saja diumumkan.
“Pilkades ini harus berjalan secara demokratis. Harus batalkan pengumuman seleksi cakades di Desa Mangon,” tukas Ikbal.
Meski telah menuai protes dari berbagai desa, panitia Pilkades di Kepulauan Sula saat dikonfirmasi tandaseru.com belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.